Ngawi,
Kombes Pagi.com – Tanaman Padi merupakan salah satu komoditas utama yang dibudidayakan oleh petani kabupaten Ngawi, pada umumnya. Karena padi merupakan komuditas unggulan yang pola tanamanya tidak pernah putus sepanjang tahun hampir di semua wilayah kabupaten Ngawi, untuk mengejar target perolehan yang maksimal banyak petani yang mengunakan pupuk kimia sebagai alternatif. Pemakaian pupuk kimia yang berlebihan mengakibatkan berkurangnya unsur hara tanah, hingga mengakibatkan gagal panen.
Dengan pola tanam yang dibudidayakan petani di kabupaten Ngawi sebagian besar adalah Padi – Padi – Padi. Maka rantai ekosistem untuk organisme pengganggu tanaman bisa dikatakan tidak terputus sepanjang tahun.
Kadeni kepala UPT BPP kecamatan Ngawi, “Dalam rangka pengendalian Organisme Penggangu Tumbuhan (OPT) yang ada di wilayah Ngawi terutama desa beran ini karena sudah mulai banyak bermunculan hama dan penyakit pengganggu tanaman, mulai dari tikus wereng dan sebagainya, maka pada hari ini rabu (7/12) UPT BPP bersama Dinas Ketahanan Pangan Pangan dan Pertanian kabupaten Ngawi, melakukan kegiatan pengendalian OPT bersama Kelompok Tani Ingasrejo 1 dan 2 desa Beran juga kelompok tani Sri Rejeki II jururejo, supaya bapak-bapak anggota kelompk tani untuk dapat mengikuti petunjuk dari petugas UPT BPP, bagaimana cara pengendalian hama yang baik sehingga tanaman kita bisa betul-betul sehat dan bisa panen dengan harga yang tertinggi dimana pada musim panen terakhir harga gabah mencapai Rp 5.900,- sampai dengan Rp 6000,- perkilo tapi juga harus hati-hati semakin harga semakin tinggi nanti juga akan ada keluhan yang lain.
Karena terdapat penyusutan perolehan sawah dalam satu hektar hanya memperoleh panenan antara dua ton tiga ton, karena dalam satu musin tanam kemarin kita sudah gagal panen. Maka kita harus hati-hati dalam pengendalian opt kita harus mengikuti sesuai petunjuk yang ada dari petugas, bagai mana cara mencampur racunnya dan lain sebagainya melalui petunjuk mbak Darwati dan untuk lebih lanjut nanti akan disampaikan oleh pak Kepala Dinas mulai pengedalian hama dalam rangka menyelamatan produksi pangan di ngawi. Informasi terakhir Kabupaten Ngawi merupakan lumbung pangan tertinggi nomor dua di skala nasional, walaupun kemarin tidak panen, kita masih tertinggi, maka dari itu kita harus bersemangat jangan sampai kita menjadi nglokro apapun kita harus menjadi petani yang tangguh dan semangat meskipun tangtanganya luar biasa”, papar Kadeni.
Juga di jelaskan gagalnya panen musim tanam ke 2 kemarin banyak di pengaruhi kondisi cuaca yang sangat lembap di awal tahun 2022 ini hingga terjadi sebaran OPT yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman di masa vegetative dan generative. OPT yang ditemukan dalam pengamatan adalah Wereng Batang Coklat.
Supardi kapala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kabupaten ngawi, dalam sambutannya banyak memberikan motifasi terkait pengendalian OPT termasuk larangan penggunaan jebakan tikus memakai aliran listrik karena di nilai lebih efektif padahal efek negatifnya lebih merugikan dari manfaatnya.
Selain itu sudah banyak kurban jiwa akibat sengatan listrik jebakan tikus. Disisi lain DKPP Ngawi juga memberikan bantuan alat mulai jebakan tikus juga obat-obatan yang diberikan secara gratis untuk pengendalian hama Wereng Batang Cokelat sekaligus di lakukan demo penyemprotan bersama di lahan pertanian beran.
Dengan adanya koordinasi dan gerakan pengendalian opt ini diharapkan mampu memberikan stimulan kepada petani desa Beran dan desa Jururejo untuk melakukan pengendalian bersama, dalam rangka mempertahakan dan meningkatkan produktifitas hasil pertanian. (JK)
