Gelar Uri-Uri Budaya Sedekah Bumi Bertepatan Hari Santri 2023 di Dusun Bendil Kepatihan Menganti Kabupaten Gresik.

Gresik,

Kombes Pagi.com – Hampir seluruh lapisan masyarakat yang berada di Indonesia menyebar luaskan uri-uri budaya yang lebih dikenal dengan Sedekah Bumi yang sudah tidak diragukan lagi kebudayaan untuk memperat guyup rukun warga utamanya warga Dusun Bendil, Kepatihan, Menganti, Kabupaten Gresik.Minggu(22/10/2023),tempat: Halaman Rumah mantan RW 06.

Dengan adanya sedekah bumi yang berada di Dusun Bendil yang sudah lama digagas oleh warga masyarakat semenjak tahun 2013 sampai sekarang bersamaan Hari Santri 22 Oktober 2023 ini.
Adapun dana anggaran sedekah bumi ini, dipungut dari dana sukarela dari warga setempat yang peduli untuk melaksanakan sedekah bumi secara sederhana, mengandung hikmah secara luas untuk mensyukuri bumi yang warga masyarakat tempati itu.

Selanjutnya E.N.Hermanto selaku mantan RW 06 di tahun 2013-2019 mengungkapkan,” Sebelum acara uri-uri budaya atau sedekah bumi dilaksanakan ada segerombol oknum tiga bersaudara yang akan menggagalkan acara tersebut, dengan tidak memperbolehkan tempat acara yang berada ditempat umum dan secara kesombongannya oknum tiga bersaudara mengumpat,” Beritakan dikoran dihalaman depan,dan seakan-akan tidak senang dengan adanya uri-uri budaya atau sedekah bumi ini, yang berada di Dusun Bendil itu, ungkap mantan Rw06 periode tahun 2013-2019 waktu dikonfirmasi, diklarifikasi media ini.

Setelah itu, acara uri-uri tetap dilaksanakan bertepatan dengan Hari Santri 2023, nampak hadir dari berbagai rekan-rekan media dan perwakilan seluruh warga dari RT 01 sampai RT 04/ Rw06, membawa tumpeng untuk dinikmati bersama-sama penggagas acara sedekah bumi, E.N Hermanto, Mat Taji dan hadir dari tokoh Dusun Ngasinan, Ir.Sugeng beserta dari tokoh Made Surabaya, Mas Sampan(julukannya).

Ir. Sugeng selaku tokoh Dusun Ngasinan,Kepatihan, Menganti, Kabupaten Gresik, memberikan,” Semangat untuk terlaksananya uri-uri atau sedekah bumi bentuk dari budaya bangsa Indonesia untuk mempersatukan kegotongroyongan antara warga masyarakat satu dengan yang lainnya, dan sekalian untuk pendoa dimulainya acara disertai makan bersama yang hadir itu.(tomo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *