Camat Menganti Kordinasikan Bersama Kepala Desa Bantu Warga Terdampak Banjir.

Spread the love

Gresik,

Kombes Pagi.com_Solusi apa yang bisa mengendalikan dimusim hujan yang menghantui warga masyarakat desa yang terdampak banjir maupun pengguna jalan tersebut. Sampai hari ini, Jumat (24/2/2023), masih belum surut banjir yang berada diwilayah Kecamatan Menganti ada 9 Desa yang terdampak banjir.

Gunawan selaku Camat Menganti, mengukapkan,” Langsung berkodinasi kepada Kepala Desa dijajarannya, untuk membantu permakanan berupa nasi bungkus bagi warga masyarakat yang terdampak banjir diwilayah sekitar, urai pada media ini.

Lagi-lagi Kali Lamong meluap akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, selain menggenangi ratusan rumah dan lahan pertanian, ruas jalan Morowudi, Bobo, Cerme, Gresik, Jawa Timur, terendam setinggi 30 centimeter.

Jalan yang terdampak mulai dari Kecamatan Menganti, Cerme,Driyorejo dan Kecamatan Benjeng itu terendam banjir hingga 800 meter. Arus kendaraan, baik mobil maupun motor terganggu. Bahkan, sejumlah pengendara motor yang nekat menerobos genangan banjir di jalan tersebut, harus menerima kenyataan pahit, karena kendaraannya mogok akibat mesinnya kemasukan air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gresik, Darmawan membenarkan, luapan Kali Lamong meluber hingga menggenangi sebagian kawasan di Kecamatan Benjeng, Cerme dan Menganti, termasuk ruas jalan Morowudi dan Bobo.

” Banjir yang meluber ke Jalan Raya Morowudi, jln : Raya Boboh itu diakibatkan ada saluran yang tidak mampu menampung air karena derasnya arus banjir, semenjak hari Senin (20/2/2023).

Dampak dari tergenangnya jalan itu juga menyebabkan kendaraan roda dua yang nekat melintas mengalami mogok. Sebagian besar kendaraan roda yang mogok rata-rata motor jenis matik dan motor bebek. Hal ini karena air yang cukup tinggi masuk ke bagian mesin.

” Kisah yang dialami pengguna jalan yang nekat menerobos jalan banjir karena keburu masuk kerja. Kendaraan sepeda motor yang dinaiki akibatnya malah mogok kemasukan air,” jelas warga asal Benjeng yang bekerja di kawasan Manukan Surabaya.(tomo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*