LS Joki Kartu Prakerja Ngawi di Duga Untuk Keuntungan Pribadi

Spread the love

Ngawi,

Kombes Pagi.com – Peluncuran program Kartu Prakerja yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kompetensi kerja serta untuk mewujudkan visi membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Namun, merebaknya pandemi Covid-19 fungsi Kartu Prakerja berfungsi sebagai jaring pengaman sosial selama pandemi. Bagi masyarakat yang terpaksa dirumahkan karena perusahaan tempat mereka bekerja terkena dampak pandemi serta pelaku UMKM yang bisnisnya juga terdampak pandemi. Program ini memberikan harapan baru untuk bangkit menuju Indonesia Maju. Kartu Prakerja merupakan inovasi pelayanan publik dari pemerintah dengan menggandeng mitra platform digital serta mitra pembayaran untuk memberikan pelayanan yang beragam dan relevan dengan harga yang bersaing.

Karena semua proses untuk memperoleh kartu prakerja harus menggunakan aplikasi digital dimana warga desa yang kurang mampu dalam hal penguasaan komunikasi digital hingga banyak muncul istilah joki yang masuk desa-desa dengan dalih untuk membantu mendapatkan Kartu Prakerja. LS warga desa Wakah kecamatan Ngrambe, kabupaten Ngawi, blusukan kerumah warga dengan maksut membantu untuk mendaftarkan Program Kartu Prakerja yang membuat kesepakatan dengan calon peserta Program Kartu Prakerja memberikan satu kali penerimaan dana insentif yang akan di terimakan selama empat bulan bantuan prakerja Rp 600.000 untuk peserta Program Kartu Prakerja.

LS dalam bekerja sendirian mendatangi dari rumah ke rumah warga dengan memberi harapan akan mendapat uang lewat Program Kartu Prakerja dengan cara menginput data pribadi berupa foto kopi KTP dan KK peserta Kartu Prakerja. Adanya harapan dari sang joki calon peserta kartu prakerja harus memberikan data pribadi berupa KTP, KK, passward Email, juga nomor telepon seluler yang dia punya.

Semua data pribadi di catatat di buku besar milik sang joki. Namun apa yang di harapkan oleh calon peserta program kartu Prakerja tidak kunjung keluar. Karena kartu prakerja sifatnya pribadi, sulit untuk melacaknya. Dari info yang di himpun koran Kombes Pagi di lapangan di duga saat menginput data pribadi program kartu prakerja warga desa Wakah ada yang di palsukan oleh sang joki LS mulai Passworl dan e mail, serta nomor tilpon korban.

Hingga para peserta yang pernah di daftarkan Program Kartu Prakerja oleh sang Joki LS tidak lagi pernah mendapatkan apa yang pernah di janjikan oleh sang Joki, akan mendapat uang lewat Program Kartu Prakerja.

Namun ada salah satu peserta, yang sering menanyakan pada sang joki, dengan membuahkan hasil untuk insentif prakerja ternyata sudah keluar dua kali Rp 600.000,- plus bonus evaluasi Rp 50.000,- total Rp1.300.000,- tapi yang di serahkan sebatas Rp 700.000,- itupun setelah ada pemberitaan dari salah satu media online tertentu. Banyak yang menjadi korban Sang Joki antara lain Sadinah, Titin, Wasinah, Winarti, Umi Rosidah, Sunarsih, Sunarno, Okti dll
Karena ada salah satu peserta yang sudah pernah di daftarkan program Kartu Prakerja, oleh sang joki membuahkan hasil, akhirnya banyak peserta lain menanyakan langsung pada sang joki, dengan berbagai alasan dan jawaban dari sang Joki antara lain nomer NIK-nya sudah di blokir dan sebagainya. Karena ada yang sempat membuahkan hasil data yang pernah di input oleh sang Joki LS dalam program kartu prakerja akhirnya jadi gaduh hingga koran Kombes Pagi ikut menelusuri informasi, LS sang Joki desa Wakah, Ngrambe di duga memanfaatkan program kartu Prakerja untuk keuntungan pribadi sang Joki.

Awal keputusan LS menjadi joki tidak lain karena ingin membantu keluarga dan tetangga terdekatnya supaya dapat ikut memperoleh dana pemerintah dari Program Kartu Prakerja, namun dalam perjalanan waktu ada niatan yang kelewat jelek dan busuk yakni ingin menguasahi semua biaya yang sudah di keluarakan pemerintah, dengan program Kartu Prakerja. Apa yang telah di lakukan LS telah dengan sengaja melakukan pemalsuan data prakerja untuk keuntungan pribadinya, tewat transaksi Eletronik.

Di sisi lain, Supriyadi kepala bidang Tenaga Kerjaan DPPTK telah menerima banyak aduan kecurangan pelaksanaan dan akan di laporkan ke kepala DPPTK kabupaten Ngawi selanjutnya akan di laporkan, pihak manajemen Program Kartu Prakerja setelah menemukan sejumlah tindak penipuan yang mengatasnamakan program Kartu Prakerja.

Seperti yang terjadi wilayah desa Wakah kecamatan Ngrambe, kabupaten Ngawi, dan apabila sampai ada di temukan pelanggaran hukum akan di usut tuntas dengan bekerja sama dengan APH kabupaten ngawi dalam hal ini kejaksaan negeri ngawi serta polres Ngawi, tambahnya. (JK)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*