Ngawi,
Kombes Pagi.com_Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalan PB. Sudirman dan Jalan A. Yani, Kota Ngawi untuk menyaksikan kemeriahan Ngawi Spekta Carnival 2025, Sabtu (23/8). Kegiatan tahunan ini digelar dalam rangka memperingati HUT Republik Indonesia ke-80 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Ngawi yang ke-667. Tahun ini, puluhan peserta dari berbagai instansi dan sekolah ambil bagian dengan mengusung tema: “Selaras, Bertani dengan Hati, Berbudaya dengan Aksi.”
Tema ini dipilih untuk menggambarkan harmoni antara sektor pertanian yang menjadi andalan Kabupaten Ngawi dengan kekayaan budaya lokal yang terus dijaga dan dilestarikan. Karnaval ini menampilkan beragam atraksi mulai dari busana etnik bertema pertanian, tarian tradisional, hingga replika hasil bumi yang diusung dengan penuh kreativitas oleh para peserta.
Acara ini juga menjadi ajang unjuk menunjukan kreatifitas antar daerah. Hadir dalam kesempatan tersebut sejumlah kepala daerah dari wilayah Mataraman dan sekitarnya. Di antaranya, Bupati Magetan, Bupati Ponorogo, Bupati Pacitan, Bupati Trenggalek, Bupati Bojonegoro, Wali Kota Madiun, Bupati Madiun, hingga Bupati Kulon Progo dari Provinsi DIY. Kehadiran para tamu ini turut menambah semarak dan kebanggaan bagi masyarakat Ngawi.
Bupati Ngawi, Ony Anwar Harsono, dalam sambutannya mengapresiasi semangat kolaborasi dan kreativitas warga yang tergambar jelas dalam setiap penampilan peserta. “Kegiatan ini bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang komitmen kita dalam menjaga tradisi, memberdayakan petani, dan membangun kebersamaan,” ujar Ony.
Salah satu peserta yang mencuri perhatian publik dan dewan juri adalah SMP Negeri 2 Ngawi. Dengan konsep yang matang dan penampilan yang memukau, sekolah ini berhasil menyabet gelar Juara Umum Ngawi Spekta Carnival 2025. Penampilan mereka menggabungkan nilai-nilai agraris dengan unsur budaya lokal dalam sebuah narasi visual yang menarik.
Hari Supriyono, Kepala SMPN 2 Ngawi, mengaku bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya. “Anak-anak kami tidak hanya tampil, tapi mereka belajar mencintai budaya dan menghargai profesi petani sebagai pahlawan pangan,” ungkap Hari saat ditemui usai pengumuman juara.
Penilaian lomba dilakukan oleh tim juri independen yang terdiri dari akademisi, seniman, dan budayawan Jawa Timur. Kriteria penilaian meliputi kreativitas, keselarasan tema, kekompakan, dan dampak edukatif dari setiap penampilan. Kompetisi ini berlangsung ketat, namun tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Warga Ngawi sendiri menyambut positif karnaval ini. Banyak dari mereka yang datang bersama keluarga sejak pagi hari untuk mendapatkan tempat terbaik. UMKM lokal juga meraup berkah dari membludaknya pengunjung yang hadir dari berbagai daerah.
Ngawi Spekta Carnival 2025 menjadi bukti bahwa perayaan kemerdekaan dan hari jadi daerah bisa dikemas dengan cara yang inspiratif. Perpaduan antara nilai agraris dan budaya tidak hanya memeriahkan suasana, tetapi juga mengukuhkan jati diri Ngawi sebagai kabupaten yang kaya akan potensi lokal dan semangat gotong royong. (JK)
Leave a Reply