Operasi Pasar di Kab Pasuruan Guna Menstabilkan Harga Beras

Spread the love

PASURUAN,

KOMBES PAGI.com–Dalam tiga hari saja, 8 ton beras ludes untuk operasi pasar di Kabupaten Pasuruan. Masyarakat menyambut antusias operasi pasar hasil kerja sama Pemprov Jatim dan Pemkab Pasuruan itu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan Diano Vela Very mengatakan, operasi pasar dilakukan di tiga pasar. Yakni, Pasar Pandaan, Pasar Grati, dan Pasar Sukorejo. Masyarakat antre membeli total 8 ton beras.

”Ini kami lakukan guna menanggapi keluhan beras mahal,” katanya Jumat (17/2).

Beberapa waktu lalu, lanjut Diano, harga di pasaran mencapai Rp 13 ribu per kilo. Itu membuat masyarakat resah. Karena itu, pemkab kemudian melapor ke pemprov dan ditindaklanjuti dengan operasi pasar.

Data di laman siskaperbapo.jatimprov.go.id kemarin menyebutkan, untuk Kabupaten Pasuruan, ada penurunan harga beras. Namun, penurunan yang terjadi belum begitu signifikan.

Misalnya, beras Bengawan sebelumnya Rp 12.691 turun menjadi Rp 12.663 per kilo. Beras Mentik sebelumnya Rp 12.284 turun menjadi Rp 12.266 per kilo. Beras IR 64 sebelumnya Rp 10.587 turun menjadi Rp 10.552 per kilo.

Diano memastikan, kegiatan operasi pasar akan terus dilakukan. Terutama, di 24 kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Tujuannya, terus menekan harga beras yang mulai sebulan terakhir naik.

“Kami berencana (operasi pasar) terus ya. Sampai harga beras di pasaran stabil,” tegasnya.

Bagaimana caranya? Mantan Camat Sukorejo itu menyatakan bakal bekerja sama dengan beberapa pihak. Seperti Bulog dan APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia). Ini dalam rangka koordinasi penyaluran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) ke pedagang pasar.

“Ada 14 pasar yang kami kelola. Plus 10 titik kecamatan. Tentunya kami pertimbangkan real stock di titik-titik tersebut. Juga jangkauan dan ketersediaan armada,” tambah Diano. (Rul)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*