Pesantren Mamba’ul Hikmah Gelar Sosialisasi Eco-Pesantren Dukung FOLU Net Sink 2030.

Spread the love

Ngawi,

Kombes Pagi.com_Lembaga Santri Ramah Lingkungan menggelar kegiatan Sosialisasi Eco-Pesantren di Pondok Pesantren Mamba’ul Hikmah, Dusun Kerten, Desa Teguhan, Kecamatan Paron, pada Minggu (10/08/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program lingkungan hidup yang bertujuan untuk mendorong kesadaran dan aksi nyata santri dalam menjaga kelestarian alam.

Sosialisasi ini menjadi langkah konkret dalam mendukung implementasi program FOLU Net Sink 2030, yang menargetkan pengelolaan lingkungan berkelanjutan berbasis partisipasi aktif masyarakat. Pesantren dinilai sebagai lembaga strategis dalam mendidik generasi muda yang tidak hanya religius, tetapi juga peduli terhadap isu-isu lingkungan.

Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Hikmah, Gus Dumami, menyatakan bahwa pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan kesadaran sosial santri. “Eco-Pesantren adalah konsep yang memadukan pendidikan agama dengan kesadaran lingkungan. Santri diharapkan menjadi agen perubahan dalam menjaga bumi,” ujarnya.

Konsep Eco-Pesantren ini bukan hanya simbolis, tetapi juga mengarah pada perubahan perilaku dan praktik nyata di lingkungan pesantren. Mulai dari pengelolaan sampah, penggunaan energi alternatif, hingga penanaman pohon, menjadi bagian dari program yang diusung.

Ketua Santri Ramah Lingkungan, Abdul Ghofar, menjelaskan bahwa sosialisasi ini mencakup berbagai kegiatan berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pemanfaatan energi ramah lingkungan, serta edukasi lingkungan berbasis nilai-nilai Islam. Menurutnya, santri memiliki potensi besar sebagai pelopor gerakan hijau di masyarakat.

“Dengan mengintegrasikan nilai-nilai Islam dan konsep keberlanjutan, santri diharapkan tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga menjadi pribadi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tandas Abdul Ghofar kepada awak media.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para santri dan pengasuh pesantren. Mereka menilai program ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari amanah Allah SWT. Edukasi ini juga menambah wawasan santri tentang pentingnya aksi nyata dalam menghadapi krisis iklim.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan tokoh masyarakat, menjadi kunci keberhasilan program ini. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat komitmen Kabupaten Ngawi dalam menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Dengan adanya sosialisasi Eco-Pesantren ini, Lembaga Santri Ramah Lingkungan berharap semakin banyak pondok pesantren di Indonesia yang ikut berperan aktif dalam program pelestarian lingkungan. Santri sebagai generasi penerus bangsa diharapkan mampu menjadi pionir dalam mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. (JK)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*