Ngawi,
Kombes Pagi.com–Pemerintah Desa Katikan, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi menggelar kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Rabu (11/6/2025), sebagai upaya percepatan penurunan stunting dan penanganan masalah gizi pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronis (KEK), Hamil Risiko Tinggi (Resti), serta balita. PMT ini diberikan dalam bentuk makanan kudapan maupun makanan lengkap siap santap yang berbasis pangan lokal, bukan berupa uang atau bahan pangan mentah.
Kegiatan PMT di Desa Katikan tidak hanya berfokus pada distribusi makanan tambahan, tetapi juga disertai dengan edukasi gizi, penyuluhan kesehatan, dan konseling kepada para ibu dan keluarga. Pendekatan ini bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku dalam pemberian makan yang sesuai usia, pemilihan bahan makanan bergizi, serta memastikan keamanan pangan untuk mencegah risiko stunting pada anak.
Sasaran utama kegiatan ini adalah balita dengan status gizi kurang, balita dengan berat badan tidak naik, serta balita dengan berat badan di bawah normal. Melalui intervensi makanan tambahan ini, diharapkan berat badan anak-anak tersebut dapat meningkat sesuai kurva pertumbuhan, sehingga status gizinya membaik dan terhindar dari stunting.
PMT selain kepada balita juga diberikan kepada ibu hamil yang mengalami KEK dan ibu hamil Resti. Mereka mendapatkan makanan tambahan bergizi yang dikirim langsung oleh kader ke rumah masing-masing, serta diberikan edukasi rutin mengenai pola makan sehat dan persiapan menyambut kelahiran.
Petugas gizi dari Puskesmas Kedunggalar, Indah Sunarsih, menjelaskan bahwa kegiatan PMT terdiri dari dua jenis pemberian makanan, yaitu kudapan harian dan makanan lengkap mingguan. Balita dengan gizi kurang akan menerima kudapan selama 56 hari, balita dengan berat badan kurang selama 28 hari, dan balita yang berat badannya tidak naik selama 14 hari. Sementara itu, ibu hamil akan menerima makanan tambahan selama 120 hari hingga menjelang persalinan.
Pendistribusian makanan dilakukan secara langsung ke rumah warga oleh para kader kesehatan, sementara untuk makanan lengkap, para penerima manfaat dikumpulkan setiap minggu di kantor desa agar bisa dipantau perkembangan gizinya oleh petugas. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan bersama lintas sektor dalam menekan angka stunting di wilayah Ngawi.
Desa Katikan memiliki dua bidan desa, yaitu Anik Dwi Palupi dan Bu Kasrini, yang bertugas mengawasi proses kesehatan ibu dan anak di wilayah yang cukup luas tersebut. Mereka berperan aktif dalam pemantauan dan pendampingan penerima manfaat PMT setiap harinya.
Kepala Desa Katikan, Wahyu Hidayat, menyatakan bahwa program PMT ini sangat penting dan akan terus dilanjutkan sebagai bentuk komitmen desa dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Ia berharap, dengan keterlibatan semua pihak, angka stunting di Desa Katikan bisa ditekan secara signifikan. (JK)
Leave a Reply