Gresik,
Kombes Pagi.com – Hartanto Boechori. Ketua Umum PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia), mengecam keras terjadinya jual-beli 34 kantong darah berlabel PMI kepada dukun pengganda uang untuk dijadikan bahan ritual penipuan penggandaan uang di Perumahan Grand Verona Regency Bunder Blok F7/16, Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme. Pengakuan sang dukun, puluhan kantong darah berlabel PMI itu dibeli seharga Rp.30 juta.
Berita dukun gadungan beli darah PMI itu sudah diketahui Ketua PMI Pusat, Jusuf Kalla Bahkan Jusuf Kalla telah bersurat kepada PMI Gresik. Karenanya Ketua PMI Gresik Ahmad Nadlir bereaksi.
Menurut Nadlir, bahwa prosedurnya setiap kantong darah yang keluar dari PMI Gresik harus teregistrasi, ada tanda tangan dari rumah sakit yang membutuhkan dan pasti ada nomor seri barcodenya. Tidak mungkin begitu gampangnya keluar. Masih menurut Nadlir, darah yang ditemukan itu bisa juga darah expired. Tidak mungkin kantong-kantong darah itu jatuh ke tangan orang sipil, jika tidak melalui tangan ketiga.
Menjadi pertanyaan Hartanto, bagaimana seorang dukun pengganda uang bisa membeli darah manusia relatif banyak untuk dipergunakan ritual pedukunan?!, bukan untuk membantu kemanusiaan. Padahal PMI relatif kekurangan darah.
Kalaulah darah yang dibeli dukun gadungan itu darah expired, bagaimana manajemen PMI hingga PMI yang relatif kekurangan darah, malah banyak darah sumbangan masyarakat yang expired dan tidak tersalurkan, bahkan diperjual-belikan kepada dukun gadungan/orang sipil?! Bagaimana juga prosedur penanganan darah expired sehingga bisa diperjual-belikan??!!
Pemberitahuan Ketua Umum PJI melalui Grup terbatas, “Dan bukan hanya 34 kantong darah ini saja yang perlu kita sikapi, kemungkinan besar sebelumnya dukun itu telah berkali-kali membeli darah manusia untuk praktek pedukunannya. Bagaimana ini bisa terjadi?! Bagaimana seorang dukun pengganda uang bisa membeli darah relatif banyak dari PMI dan dipergunakan untuk ritual pedukunan lagi, bukannya untuk membantu kemanuasiaan?!, sedangkan PMI Gresik selama ini kekurangan darah?!”. (tomo)

