Gresik, Kombes Pagi – Petugas Kepolisian terus berada ditengah masyarakat disaat perayaan Idul Fitri 1442 H. Hingga H+3 lebaran personel Polsek Manyar tetap melakukan patroli di pemukiman penduduk dan pusat perbelanjaan.
Suasana disejumlah pusat perbelanjaan modern di wilayah Kecamatan Manyar pada Minggu 16 Mei masih sepi pengunjung.
Misalnya disebuah perbelanjaan modern ekspres di Jalan Kalimantan perumahan GKB, lorong etalase masih tampak longgar parkiran pun terlihat sepi
Wahana air di Jalan Rantau GKB dipastikan belum buka. Pihak pengelola masih memilih tutup hingga pekan depan. Di tempat pelesir ini tak jarang wisatawan lokal terpaksa kecewa tidak bisa berenang ria bersama keluarga di dynasty water world.
Sementara disejumlah komplek perumahan di Desa Sukomulyo, Desa Yosowilangun dan Desa Pongangan Kecamatan Manyar aktifitas warga juga belum normal seperti semula. Beberapa rumah masih kosong ditinggal penghuninya.
Momen libur lebaran ditengah pandemi Covid-19 dan larangan mudik oleh pemerintah, sebagian dimanfaatkan masyarakat mengunjungi obyek wisata.
Polisi tetap berjaga, tak ingin terjadi tindak kriminal diwaktu lebih libur lebaran. Polsek Manyar gencar melakukan patroli di pemukiman dan pusat perbelanjaan hingga obyek wisata
Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto, SH, SIK, MM melalui Kapolsek Manyar Iptu Bima Sakti Pria Laksana, SIK, MH mengatakan akan terus melakukan patroli kewilayahan pada libur lebaran ini.
“Berbagai upaya kami lakukan demi menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif. Protokol kesehatan tetap digelorakan agar masyarakat tidak lalai.” ungkapnya, Minggu (16/5/2021)
Harapannya tidak terjadi ledakan kasus Covid-19 dimasa libur lebaran tahun ini.
Selain mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan. Alumni Akpol 2013 ini juga tidak bosan mengimbau masyarakat tidak bepergian dari satu wilayah ke wilayah lain apalagi memang tidak mendesak sekali.
“Apabila mendatangi tempat wisata maupun pusat perbelanjaan, pastikan tetap memakai masker dan tidak terjadi kerumunan yang dapat menjadi ajang penyebaran virus wuhan.” tutupnya. (Tomo)
