Mojokerto,
Kombes Pagi.com – Bagi masyarakat tetap ada perhatian darimanapun juga keluhan itu, baik yang sudah lama terpendam dari jangkauan kontrol tetap bisa ditindak lanjuti.
Adapun keluhan dari masyarakat yang ingin mengerti tentang bantuan sapi yang sudah lama terjadi semenjak dari tahun 2007 dan juga merupakan program ketahanan pangan dari dinas terkait, yang waktu itu, dari Dinas Peternakan masih berdiri sendiri masih belum ada merger(Pertanian, Peternakan, Perkebunan), dan pada tahun ini 2023 sudah ada perubahan dari ketiga dinas itu.
Selanjutnya dari masyarakat desa Lakardowo ingin mengetahui bantuan sapi, apa masih berlanjut sampai sekarang apa tidak, mengadu pada media ini,(5/06/2023), untuk mengetahuinya dikonfirmasikan kedinas terkait yaitu peternakan.
Setelah itu, Budi selaku Kabid dari Dinas Peternakan Mojokerto menjelaskan,”Ya maaf pada waktu itu ditahun 2009, saya masih belum berdinas dibagian itu mas, tapi tetap saya perhatikan untuk lebih jelas saya tanyakan pada staf saya Machmud yang sudah lama itu.
Kemudian dari Machmud menjelaskan,”Panjang lebar tentang bantuan sapi itu yang diberikan dari Kementerian bukan dari Dinas Peternakan Mojokerto, akan tetapi tetap saya perhatikan untuk diketahuinya bagi masyarakat yang memang untuk mengerti, nanti tak kroscek kan pada pendamping atau dari ketua kelompok dan untuk pembuktiannya diajak foto bersama.
H.Tawar selaku Ketua kelompok petani sapi di wilayahnya mengukapkan,”Beberapa hari yang lalu memang ada dari dinas menelpon saya.Dan sebelum saya jelaskan saya cerita kan lebih dahulu bagaimana perjalanan bantuan sapi diterimanya ini, singkat cerita bantuan ini masih bergulir pada petani ternak yang berada di Desa Lakardowo Kecamatan Jetis kota Mojokerto itu, waktu dikonfirmasi media kebetulan juga bekerja di Putra Restu Ibu Abadi (**RL)

