BK Sarpras Desa Wonorejo Sebagai Solusi Kesulitan Petani

Ngawi,

Kombes Pagi.com – Petani di desa Wonorejo, kecamatan Kedunggalar, kabupaten Ngawi kini dapat bernafas lega. Pasalnya, mereka sebelumnya merasa kesulitan saat hendak mengolah maupun panen dilahan persawahan. Dengan dibangunnya tembok penahan tanah (TPT) jalan usaha tani di dusun Wonorejo yang bersumber dari Bantuan Keuangan (BK) Sarpras 2022 dengan volume 213 meter kubik dengan anggaran sebesar 150.000.000,- di area persawahan, yang terletak di Dusun Wonorejo RT 08 RW 01 , membawa dampak yang positif bagi para petani setempat. Senin (6/6/2022).

Hal itu dipaparkan oleh seorang petani yang bernama Sumarno (35). Menurutnya, dibangunnya TPT pada areal persawahan itu membawa dampak positif. Karena perbaikan infrastruktur jalan usaha tani sangat mendukung program pertanian. Akses jalan untuk mengangkut hasil pertanian menjadi lancar, badan jalan yang biasanya sempit karena ada sebagian bahu jalan yang miring bahkan saat musim hujan sering terputus karena tergerus air hujan yang melimpah kini menjadi datar dan lebih lebar hingga sarana transportasi warga tani di wilayah tersebut menjadi lancar dan nyaman.

Kalau dulu kami mengangkut hasil panen, atau membawa alat pertanian dengan cara di pikul secara manual. Sekarang enak ada akses jalan, karena dibangunnya TPT Jalan Usaha Tani di harapkan akan berdampak pada kemajuan program pertanian di desa Wonorejo khususnya warga dusun Wonorejo, saat ditemui di area persawahan.
Sumarno menambahkan, meski akses Jalan Usaha Tani di dusun Wonorejo belum sempurna, namun pembangunan TPT sangat membantu petani, karena jalan menuju persawahan sudah bisa dilalui, kendaraan untuk mengangkut sarana produksi pertanian, tidak seperti sebelum dibangun TPT, jika musim penghujan air meluber hingga jalan persawahan tidak dapat di lalui. Bahkan jalan usaha tani di persawahan tersebut sering terputus karena gerusan air hujan. Kedepannya pembangunan jalan usaha tani dusun Wonorejo dapat bisa lebih dimaksimalkan lagi pembangunannya.

Senada dengan Sumarno, petani lainnya, yakni Arifin (43) memaparkan, petani seperti dirinya merasa lebih senang. Saat musim panen tiba, untuk mengangkut hasil pertanian akses jalan sudah bisa dilewati kendaraan roda empat kecil. Dulunya jalan ini sempit, untuk mengangkut hasil pertanian harus di panggul secara manual, tukasnya.

Nuryanto Kepala Desa Wonorejo, Kecamatan Kedunggalar, memaparkan, bahwa pembangunan TPT jalan usaha tani, di dusun Wonorejo yang di biayai dari (BK) Sarpras tahun anggaran 2022, yang merupakan bagian dari prioritas pembangunan Desa Wonorejo yang tertuang dalam RKPDesa 2022 hasil dari musrenbangdes satu tahun sebelumnya. Bertujuan agar menjadi solusi dan bermanfaat bagi petani yang memiliki sawah di daerah tersebut. Selama ini petani, kesulitan mengangkut hasil pertanian mereka saat panen karena akses jalannya jauh. (JK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *