Ngawi,
Kombes Pagi.com – Hari Ulang Tahun (HUT) kabupaten Ngawi tanggal 7 Juli 2023 yang ke 665, seperti tahun sebelumnya secara serentak di laksanakan malam tirakatan, di 213 desa, 4 kelurahan, 19 kecamatan juga di pendopo Wedya Graha kabupaten Ngawi tak terkecuali Pemerintah Desa Padas gelar malam tirakatan, pelaksanaan 6 Juli 2023 di balai desa Padas, kecamatan Padas.
Dari Informasi yang di himpun awak media di lapangan turut dalam acara kepala desa beserta jajaran pemerintahan desa, BPD, LPMD, Ulama, tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tamu undangan
serta warga yang ikut hadir dalam malam tirakatan, seperti yang di paparkan kepala desa, bahwa kabupaten Ngawi provinsi Jawa Timur pada tahun 2023 ini usianya telah menginjak ke 665 tahun, dengan bertambahnya usia di harapkan banyak prestasi yang terbaik dari dan untuk masyarakatnya.
Dari penelusuran sejarah nama Ngawi berasal dari kata “AWI” yang artinya Bambu yang selanjutnya mendapat tambahan huruf sengau “NG” menjadi NGAWI. Tonggak penelusuran sejarah Hari Jadi Ngawi dimulai dari tahun 1975, dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Bupati KDH Tk. II Ngawi Nomor Sek. 13/7/Drh, tanggal 27 Oktober 1975 dan nomor Sek 13/3/Drh, tanggal 21 April 1976.
Ketua Panitia Penelitian atau penelusuran langsung ketua DPRD Kabupaten Dati II Ngawi. Banyak ditemui kesulitan terutama narasumber atau para tokoh masayarakat, namun mereka tetap melakukan penelitian lewat sejarah, peninggalalan purbakala dan dokumen kuno.
Di dalam proses penelitian ataupun penelusuran tersebut menemukan hasil sebagai berikut :
31 Agustus 1830, pernah ditetapkan sebagai Hari Jadi Ngawi dengan Surat Keputusan (SK) DPRD Kabupaten Dati II Ngawi tanggal 31 Maret 1978, Nomor Sek. 13/25/DPRD, yaitu berkaitan dengan ditetapkan Ngawi sebagai Order Regentschap oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Pada 30 September 1983, dengan Keputusan DPRD Kabupaten Dati II Ngawi nomor 188.170/2/1983, ketetapan di atas diralat dengan alasan bahwa tanggal 31 Agustus 1830 sebagai Hari Jadi Ngawi dianggap kurang Nasionalis, pada tanggal dan bulan itu justru dianggap memperingati kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda.
Kemudian pada 13 Desember 1983 dengan Surat Keputusan Bupati KDH Tk. II Ngawi nomor 143 tahun 1983, dibentuk Panitia/Tim Penelusuran dan penulisan Sejarah Ngawi yang diketuai oleh Moestofa.
Pada 14 Oktober di Sarangan, Ngawi telah melaksanakan simposium membahas Hari Jadi Ngawi oleh MM.Soekarto K, Atmodjo dan MM. Soehardjo Hatmosoeprobo dengan hasil symposium yang menetapkan beberapa hal.
Menerima hasil penelusuran Soehardjo Hatmosoeprobo tentang Piagam Sultan Hamengku Buwono tanggal 2 Jumadilawal 1756 Aj, selanjutkan menetapkan bahwa pada tanggal 10 Nopember 1828 M, Ngawi ditetapkan sebagai daerah Narawita (pelungguh) Bupati Wedono Monco Negoro Wetan. Peristiwa itu merupakan bagian dari perjalanan Sejarah Ngawi pada jaman kekuasaan Sultan Hamengku Buwono.
Menerima hasil penelitian MM. Soekarto K. Atmodjo tentang Prasasti Canggu tahun 1280 Saka pada masa pemerintahan Majapahit di bawah Raja Hayam Wuruk. Selanjutmya menetapkan bahwa pada tanggal 7 Juli 1358 M, Ngawi ditetapkan sebagai Naditirapradesa (daerah penambangan) dan daerah swatantra. Peristiwa tersebut merupakan Hari Jadi Ngawi sepanjang belum diketahui data baru yang lebih tua.
Melalui Surat Keputusan (SK) nomor 188.70/34/1986 tanggal 31 Desember 1986 DPRD Kabupaten Dati II Ngawi telah menyetujui tentang penetapan Hari Jadi Ngawi yaitu pada tanggal 7 Juli 1358 M. Dan ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati KDH Tk. II Ngawi No. 04 Tahun 1987 pada tanggal 14 Januari 1987.
Momentum Hari Jadi Kabupaten Ngawi yang ke 665 dipergunakan untuk tirakatan seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Padas, Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi..
Wakit Nofianto kepala Desa Padas memaparkan Malam Tirakatam HUT kabupaten Ngawi telah menjadi tradisi rutin tahunan digelar setiap desa yang ada di Ngawi. Kamis (6/7/23).
“Dengan tujuan untuk mengenang jasa para leluhur yang memperjuangkan kabupaten Ngawi dan sebagai rasa bersyukur kepada Allah SWT atas anugerahnya yang diberikan kepada kita semua, sekaligus sebagai ajang silaturahmi untuk menjalin keakrapan antar warga dan sharing pendapat khususnya untuk kemajuan desa Padas” tambahnya.
Malam tirakatan HUT kabupaten Ngawi yang ke – 665 di desa Padas berlangsung dengan lancar, tertip, aman, kidmad dan acara ditutup dengan doa bersama di lanjutkan dengan ramah tamah. (JK)

