Ngawi,
Kombes Pagi.com_Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ngawi bersama Kejaksaan Negeri Ngawi, Dinas Pendidikan, Forkopimcam Paron, serta masyarakat sekitar hutan melepasliarkan puluhan burung perkutut di kawasan hutan Umbul Jambe, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Geneng, Selasa (22/9).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem di kawasan hutan Kabupaten Ngawi. Pelepasliaran burung dilakukan agar satwa dapat kembali hidup dan berkembang biak secara alami di habitatnya.
Administratur KPH Ngawi, Muklisin, menyampaikan bahwa pelepasliaran burung merupakan salah satu langkah nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keanekaragaman hayati di kawasan hutan Ngawi.
“Dalam upaya menjaga keseimbangan ekosisten hayati, perlu ada tindakan nyata dengan melepasliarkan burung sehingga dapat berkembangbiak secara alami di habitatnya,” terang Muklisin.
Menurutnya, keberadaan burung memiliki peran penting dalam ekosistem. Karena itu, upaya menjaga populasi dan habitat burung perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari menjaga kelestarian lingkungan hutan.
Senada dengan Perhutani, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Ngawi, B. Hermanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendukung perlindungan keanekaragaman hayati di wilayah Kabupaten Ngawi.
“Kegiatan ini juga sebagai wujud kebersamaan di antara sesama pemangku kepentingan dalam upaya melestarikan lingkungan dan ekosistemnya,” tuturnya.
Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara lembaga pemerintah, pengelola kawasan hutan, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kepedulian terhadap keberadaan satwa dan habitatnya.
Melalui kegiatan pelepasliaran puluhan burung perkutut ini, Perhutani KPH Ngawi berharap masyarakat semakin memiliki kesadaran untuk turut menjaga hutan dan keanekaragaman hayati. Upaya tersebut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk terus merawat kelestarian lingkungan demi keberlangsungan ekosistem dan masa depan. (JK)
