Ngawi,
Kombes Pagi.com–Nuansa tempo dulu kini bisa dinikmati di tengah rindangnya hutan pinus Bumi Perkemahan Seloondo, Desa Ngrayudan, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi. Kawasan wisata alam ini menghadirkan pengalaman unik melalui Peken Kreatif, sebuah pasar jadul yang digelar setiap Minggu Wage menurut penanggalan Jawa.
Kata peken berasal dari bahasa Jawa krama yang berarti pasar. Dalam kehidupan masyarakat Jawa tempo dulu, peken tidak hanya menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga ruang sosial tempat warga saling berinteraksi, berbagi cerita, dan mempererat hubungan kekeluargaan. Semangat inilah yang ingin dihidupkan kembali melalui Peken Kreatif.
Mengusung konsep pasar rakyat tradisional, Peken Kreatif menghadirkan puluhan lapak yang tertata rapi di sepanjang area hutan pinus. Aneka jajanan dan panganan khas tempo dulu disajikan dengan sederhana namun menggugah selera. Mulai dari tepo pecel, getuk, tape singkong, hingga aneka jajan polo pendem seperti ubi dan ketela, bahkan jamu tradisional turut meramaikan deretan kuliner yang dijajakan.
Menariknya, sistem transaksi di Peken Kreatif pun mengadopsi konsep lawas. Pengunjung diwajibkan menukar uang rupiah mereka dengan koin bambu sebelum berbelanja. Tak hanya menambah kesan tradisional, penggunaan koin bambu juga menjadi simbol pengingat akan nilai-nilai kebersahajaan masyarakat tempo dulu.
Seluruh pedagang juga diwajibkan menggunakan kantong ramah lingkungan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian hutan pinus. Perpaduan konsep masa lalu dan kesadaran pelestarian alam ini menjadikan pengalaman berbelanja di Peken Kreatif terasa unik sekaligus sarat nilai budaya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Ngawi, Wiwien Purwaningsih, menyebut Peken Kreatif Seloondo memiliki keunikan tersendiri dibanding pasar jadul lainnya. “Kalau pasar jadul di Tawun berada di bawah hutan bambu, Peken Kreatif di Seloondo justru di tengah hutan pinus. Udara sejuk pegunungan membuat suasananya jadi lebih khas,” ungkapnya, Minggu (19/10/2025).
Wiwien menambahkan, ke depan Peken Kreatif diharapkan memiliki kekhasan tersendiri terutama dari segi kuliner. Ia berharap penamaan menu, racikan resep, dan cara penyajiannya bisa dikembangkan sehingga menjadi pembeda yang menarik dibanding pasar-pasar jadul lain yang kini mulai banyak bermunculan.
Setiap penyelenggaraan Peken Kreatif mampu menyedot ribuan pengunjung, tidak hanya dari wilayah Ngawi, tetapi juga dari Magetan dan daerah sekitar. Selain berburu kuliner, para wisatawan memanfaatkan kesempatan ini untuk berwisata alam murah meriah di bawah rindangnya pohon pinus yang menjulang tinggi, sembari menikmati udara segar khas pegunungan Desa Ngrayudan.
Kini, Peken Kreatif Seloondo telah menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang menegaskan identitas Kabupaten Ngawi sebagai daerah yang kaya budaya dan memiliki pesona alam memukau. Kehadiran pasar jadul ini menjadi magnet baru yang memperkuat daya tarik wisata lokal berbasis kearifan tradisional.
Pemerintah daerah bersama masyarakat berharap Peken Kreatif dapat memperkuat citra Ngawi sebagai kabupaten wisata yang hangat, kreatif, dan berakar pada budaya lokal. Semangat gotong royong yang tercermin dalam kegiatan ini diharapkan terus tumbuh seiring berkembangnya sektor pariwisata berkelanjutan di Bumi orek-orek. (JK)

