Tradisi Bersih Desa Jururejo Sebagai Wujud Rasa Syukur Berlangsung Meriah Dengan Tetap Lestarikan Budaya Tayub.

Ngawi,

Kombes Pagi.com_Tradisi Bersih Desa kembali digelar oleh Pemerintah Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, pada Jumat Wage, 31 Juli 2026. Kegiatan adat yang telah diwariskan secara turun-temurun ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus doa bersama agar masyarakat diberikan keselamatan, keberkahan, dan dijauhkan dari segala marabahaya. Tradisi Bersih Desa juga menjadi salah satu kearifan lokal masyarakat Jawa yang masih terus dilestarikan hingga kini.

Rangkaian kegiatan Bersih Desa Jururejo kecamatan Ngawi kabupaten Ngawi, diawali pada Kamis pagi, sehari sebelum puncak acara, dengan kerja bakti yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Warga bergotong royong membersihkan lingkungan permukiman, jalan desa, saluran air, serta berbagai fasilitas umum. Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan tampak mewarnai kegiatan tersebut.

Memasuki Jumat pagi, masyarakat berkumpul di kawasan sendang untuk mengikuti kenduri atau selamatan. Warga membawa tumpeng dan berbagai hidangan dari rumah masing-masing sebagai simbol rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan Allah setahun yg sudah berlalu dan setahun yang akan datang. Acara diawali dengan doa bersama agar semua warga Desa Jururejo senantiasa diberikan keamanan, ketenteraman, serta rizki yang melimpah.

Usai prosesi kenduri, suasana semakin semarak dengan digelarnya pertunjukan kesenian tradisional Tayub. Acara berlangsung di kawasan Sendang Gang 3, Dusun Jrubong Utara, Desa Jururejo. Kesenian yang menjadi bagian dari budaya Jawa tersebut mendapat sambutan hangat dari warga masyarakat yang memadati lokasi acara.

Pertunjukan Tayub dan elektune menjadi hiburan rakyat yang dinantikan setiap penyelenggaraan Bersih Desa. Penampilan para waranggana dan penyanyi bersama iringan gamelan dan elektone berhasil menghidupkan suasana, sementara warga dari berbagai kalangan turut menikmati dan berpartisipasi dalam kemeriahan acara sebagai bentuk pelestarian budaya daerah.

Kepala Desa Jururejo, Andri Wika Cahyono, turut hadir dan mengawali jalannya pertunjukan Tayub. Kehadirannya menjadi simbol dukungan pemerintah desa terhadap pelestarian tradisi serta penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. Momen tersebut mendapat apresiasi dari warga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Melalui pelaksanaan Bersih Desa, masyarakat Jururejo tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga mempererat tali silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, dan menumbuhkan rasa persatuan. Tradisi ini diharapkan terus lestari sebagai identitas budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Desa Jururejo sekaligus dapat diwariskan kepada generasi mendatang. (JK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *