Ngawi Kombes Pagi – Untuk meningkatkan akses masyarakat dalam rangka pemulihan ekonomi, dampak pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), setelah hampir satu tahun pemerintah desa Walikukun kecamatan widodaren kabupaten Ngawi, terus menggenjot pembangunan infrastruktur jalan desa, lewat anggaran Dana Desa tahun 2021.
Mustahmid Saiful Ichwan kepala desa Walikukun memaparkan banyak kegiatan pemerintahan desa Walikukun, untuk penanganan pemulihan ekonomi dampak (Covid-19). Di antaranya berupa program desa tanggap Covid 19, melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai jaring pengaman sosial dan untuk memperkuat kesinambungan program padat karya tunai dari Dana Dana tahun 2021 yang bersumber dari APBN.
Untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa Walikukun di berikan kepada keluarga penerima manfaat dengan kriteria yang sudah di sepakati dan diputuskan melalui musyawarah desa. Sedangkan untuk prioritas penggunaan Dana Desa adalah pilihan program kegiatan yang didahulukan dan diutamakan dari pada pilihan kegiatan lainnya untuk dibiayai dari Dana Desa. Yang tidak terlepas dari APBDes, tahun 2021 desa Walikukun yang terangkum dalam RKP Desa. Diantaranya pembangunan pavingisasi jalan desa di RT 05 Rw 05 dusun Walikukun Weten desa Walikukun dengan pagu anggaran Rp 144.000.000,- sumber Dana Desa tahun 2021 dengan volume panjang mencapai 175 meter dan lebar 4 meter dan panjang 112 meter lebar 3 meter, di laksanakan dengan pola Padat KaryaTunai (PKT) sebagai kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, khususnya yang miskin dan marginal, yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk memberikan tambahan pendapatan, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kesejahteraan warga desa Walilkukun.
Pemerintah desa Walikukun juga akan memberdayakan UKM dan sektor usaha pertanian, untuk mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan usaha budidaya pertanian, peternakan dan perikanan, serta mendorong transformasi ekonomi desa melalui desa digital dan program pengembangan potensi desa, produk unggulan desa, dengan peningkatan peran BUMDes. (JK)

