Gresik, Kombes Pagi – Dalam memperingati Hari Lahan Basah se Dunia (WWD 2021) yang jatuh pada tgl 2 Februari tampak hadir Najihk, Herman Sianturi, Asep Sugiharta, Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensial (KEE ), Kementrian Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan Jawa Timur dan DLH (Dinas Lingkungan Hidup ) Gresik bersama Media Gathering. Rabu(2/6/2021), tempat : Kawasan Ekosistem Esensial (KEE ) Mangrove Ujungpangka Gresik.
Didalam Perayaan WWD, tahun 2021 mengangkat tema tentang “Witland and Biodiversity ” yang tujuan nya mensosialisasi kan penting nya lahan basah sebagai penyanggah kehidupan terutama bagi kelestarian keaneka ragaman hayati.

Adapun perjalanan menuju tempat puncak acara di Kawasan Ekosisten Esensial (KEE) ada 3 exposeler, yang pertama :- Land Keep dari hati ke hati, burung migran yang berada di mangrove., kedua:- Sosial Budaya yang meliputi di Pondok pesantren Al Muniroh yang sudah mengalami tiga generasi dari Mbah Yai wafat tahun 1949, diteruskan Muniroh Munir yang wafat tahun 1999 dan sekarang di lanjutkan cucu, cicit dan keponakan KH. Mahmudi Ambar.
Untuk pengelolaan pondok pesantren Al Muniroh sangat lah banyak dari kegiatan belajar mengajar, kesenian bela diri pencak silat dan budidaya ikan koi, bandeng ,lele.
Menurut Suwandi untuk pengelolaan sampah yang berada di lingkungan pondok pesantren masih menggunakan cara tradisional diangkut secara gotong royong sesama santri yang lain untuk di buang dilahan kosong milik pesantren ini yang dinamakan dinamika untuk sosial budaya masih melekat, ungkap nya.
Dan untuk UMKM krupuk ikan yang diproduksi Bu Tin Dzalil dengan alamat Setro Barat Rt 03/08 Pangkahkulon Ujungpangkah Gresik. Pembuatan krupuk ikan di kerjakan dengan anggota pekerjanya masih saudara dan istri nya untuk bahan-bahan nya tepung dicampur dengan ikan di musim wabah pandemi atau Covid 19, tidak berpengaruh sama sekali masih lancar ,yang diingin kan hanya permodalan saja untuk meningkatkan usaha krupuk ikan dan untuk pemasaran nya ada saran dari Kepala dusun setempat serta Ketua BPD Hanif, jelas Dzalil.
Semua rangkaian perayaan Hari Lahan Basah berakhir di Mangrove Ujungpangkah dengan pelepasan burung dan penanaman pohon disekitar hutan mangrove secara spontan jajaran Dinas linkungan hidup, Kadis HUT Prov Jatim, Dirjen KSDAE, Bupati Gresik dan Wakil Gubernur Jawa Timur atau yang mewakili nya. (Tomo)

