Pemdes Kartoharjo Ngawi Gelar Pos Gizi Selama 12 Hari untuk Tingkatkan Status Gizi Balita.

Ngawi,

Kombes Pagi.com – Pemerintah Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, melaksanakan kegiatan Pos Gizi selama 12 hari berturut-turut dengan menyasar 12 balita dari desa setempat. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam meningkatkan status gizi anak sekaligus mencegah terjadinya masalah gizi yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan balita.

Pos Gizi merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dikelola dari, oleh, dan untuk masyarakat. Program ini bertujuan meningkatkan status gizi balita serta mencegah dan menanggulangi berbagai permasalahan gizi, seperti gizi kurang, gizi buruk, wasting atau kondisi kurang gizi akut yang ditandai dengan berat badan terlalu rendah dibandingkan tinggi badan, serta stunting.

Pelaksanaan Pos Gizi di Desa Kartoharjo dilakukan secara intensif selama 12 hari dengan melibatkan Puskesmas, kader kesehatan, serta lintas sektor terkait. Melalui kerja sama tersebut, diharapkan penanganan masalah gizi pada balita dapat dilakukan secara terarah, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak. Rabu (14 Oktober 2026)

Salah satu tujuan utama program ini adalah meningkatkan status gizi balita yang mengalami gizi kurang, gizi buruk, maupun berisiko mengalami gangguan pertumbuhan agar kondisi gizinya membaik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah pencegahan agar anak-anak yang berisiko tidak mengalami masalah gizi yang lebih serius.

Dalam pelaksanaannya, petugas dan kader melakukan pendataan serta pencatatan pertumbuhan balita melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) atau Kartu Menuju Sehat (KMS). Pemantauan dilakukan dengan menimbang berat badan, mengukur tinggi atau panjang badan, serta mengukur lingkar lengan atas (LILA) untuk mengetahui perkembangan kondisi fisik dan status gizi anak.

Kegiatan Pos Gizi juga diisi dengan pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi yang dikonsumsi bersama-sama oleh para balita. Menu makanan diupayakan memanfaatkan bahan pangan lokal dengan memperhatikan kebutuhan gizi anak, terutama kecukupan protein hewani, sehingga dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan balita secara optimal.

Selain pemberian makanan bergizi, orang tua dan pengasuh balita mendapatkan edukasi serta konseling mengenai gizi seimbang, pola asuh, pemberian makan bayi dan anak (PMBA), serta cara mengolah makanan sehat. Materi tersebut juga mencakup cara menghadapi anak yang sulit makan dan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pelayanan kesehatan tambahan turut menjadi bagian dari kegiatan Pos Gizi, termasuk pemberian vitamin A, obat cacing, imunisasi sesuai jadwal, serta rujukan ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan balita dengan kondisi yang membutuhkan penanganan medis. Melalui kegiatan ini, masyarakat juga didorong agar semakin mandiri dalam memantau pertumbuhan dan menjaga kesehatan anak secara rutin.

Kepala Desa Kartoharjo, Suwarjono, melalui pelaksanaan program Pos Gizi ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pemenuhan gizi balita. Dengan dukungan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta peran aktif orang tua, program tersebut diharapkan mampu membantu mewujudkan generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan terhindar dari masalah gizi sejak dini. (JK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *