Untuk Tingkatkan PAD, Pengelola Pasar Wisata Ceng Hoo Lakukan Penataan Terhadap Pedagang

Pasuruan,

Kombes Pagi.com_Pihak pengelola Pasar Wisata Ceng Hoo Pandaan, Kabupaten Pasuruan, melakukan penataan terhadap para pedagang. Harapannya melalui penataan ini bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pasuruan.

Kepala Pengelola Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan, Wahyu Wibowo menjelaskan, dasar penataan ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Pasuruan Nomor 11 Tahun 2013, Perda/10/2012 dan Perda/7/2010. Artinya, penataan pengelolaan Pasar Wisata Ceng Hoo ini tidak ada maksud negatif.

“Ini hanya tugas dan tanggung jawab sebagai kepala pengelola pasar. Jadi tak ada kaitannya soal penambahan pedagang asongan yang berjualan di kawasan pasar wisata Ceng Hoo atau persoalan lain,” ucapnya kepada awak media, Rabu (7/12/2022).

Dia menerangkan penambahan pedagang asongan di kawasan pasar wisata Ceng Hoo sebenarnya memberikan manfaat. Terutama untuk penambahan PAD Kabupaten Pasuruan.

“Mereka (pedagang asongan) berjualan tidak gratis tapi membayar retribusi ke Pemkab,” jelasnya.

Mayoritas pedagang asongan ini berasal dari lingkungan sekitar. Seperti Kasri, Pandaan, Sumbergedang dan lainnya.

Dia juga memastikan pedagang asongan yang jualan di pasar wisata Ceng Hoo tidak sama dengan pedagang kios di atas. “Para pedagang asongan jualannya berbeda dengan pedagang kios yang di atas,” tandasnya.

Sementara itu, Isrok Filatin, salah seorang pedagang asongan es gayung di kawasan Pasar Wisata Ceng Hoo mengaku merasa was-was digusur atau tidak diperbolehkan lagi berjualan terkait penataan ini. Dia berharap Pemkab Pasuruan melalui Dinas terkait lebih bijak dalam mengatasi persoalan tersebut.

“Kalau saya tidak boleh jualan, keluarga saya makan apa,” keluhnya.

“Wong kita jualan juga mengikuti aturan. Tidak asal jualan. Kami bersama para pedagang asongan lainnya selalu bersama menjaga kebersihan pasar wisata Ceng Hoo,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, Diano Vella Fery berjanji akan mencari jalan terkait polemik antara pedagang lama dengan pedagang asongan. “Kita akan cari solusinya. Duduk bersama antara pedagang lama dengan pedagang asongan,” katanya.

“Para pedagang pasar wisata Ceng Hoo harus melihat faktor estetika. Selama tidak ada yang dirugikan dan sesuai dengan regulasi tidak masalah. Para pedagang yang berjualan di pasar wisata Ceng Hoo sama-sama menyumbang PAD,” pungkasnya. (Rul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *