Ngawi,
Kombes Pagi.com_Pemerintah Desa Gandong, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, menggelar upacara adat Bersih Desa atau Merti Desa sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil bumi, rezeki, kesehatan, dan keselamatan yang telah diterima masyarakat selama setahun terakhir.
Tradisi Bersih Desa merupakan kegiatan adat masyarakat yang diwujudkan melalui slametan dan doa bersama. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memanjatkan doa dan permohonan agar seluruh warga Desa Gandong diberikan kesehatan, keselamatan, serta keberkahan dalam menjalani kehidupan pada tahun mendatang.
Secara etimologis, istilah Merti memiliki makna memelihara, membersihkan, atau menyucikan, sedangkan desa berarti wilayah perkampungan atau tempat tinggal bersama. Dengan demikian, Bersih Desa secara harfiah dimaknai sebagai upaya membersihkan dan menyucikan desa, baik secara lahir melalui kebersihan lingkungan maupun secara batin melalui kegiatan spiritual dan doa bersama.
Rangkaian kegiatan Bersih Desa Gandong diawali pada Minggu pagi (6/9) dengan kerja bakti secara gotong royong. Warga bersama-sama membersihkan lingkungan desa, lapangan, makam leluhur, serta lingkungan masjid. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan memperkuat semangat kebersamaan.
Pada Minggu malam, bertempat di Masjid Baitul Rohman RT 07 RW 03 Dusun Ngrenini Satu, Desa Gandong, digelar pengajian umum. Kegiatan tersebut menghadirkan Dai KH Mohamad Komsun Yaklas dari Ngrambe dan dihadiri warga Desa Gandong, Kepala Desa beserta seluruh perangkat desa, tokoh masyarakat, Babinsa, serta Bhabinkamtibmas.
Puncak rangkaian Bersih Desa atau Merti Desa Gandong dilaksanakan pada Senin malam (7/9) bertempat di lapangan Desa Gandong, Dusun Ngrenini Satu. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat melaksanakan kenduri atau slametan dan doa bersama yang dipimpin oleh pemuka agama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus permohonan keselamatan bagi seluruh masyarakat untuk satu tahun ke depan.
Tradisi kenduri tersebut juga dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur dan cikal bakal pendiri Desa Gandong. Selain mengenang jasa para pendahulu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mengingat perjuangan para pemimpin terdahulu yang telah berkontribusi dalam perkembangan dan kehidupan masyarakat Desa Gandong.
Suasana kebersamaan semakin terasa melalui tradisi makan bersama dan berbagi makanan dalam kenduri. Tradisi tersebut menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga sekaligus menjaga nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan pagelaran seni budaya Gambyong. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, pertunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan seni dan budaya tradisional agar tetap dikenal oleh generasi muda. Kepala Desa Gandong Kuswanto, berharap tradisi Bersih Desa dapat terus dipertahankan sebagai warisan budaya sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, solidaritas, dan semangat gotong royong masyarakat dalam membangun Desa Gandong. (JK)
