Pasuruan,
Kombes Pagi.com_Memperingati Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097. Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat mengajak masyarakat untuk melestarikan budaya lokal menjadi bagian dari pembangunan daerah. Selasa (22/9/26)
Politisi senior PKB ini menilai, tak hanya pembangunan fisik semata. Namun budaya lokal ini, harus terus dirawat agar menjadi identitas masyarakat dan diwariskan ke generasi berikutnya.
“Membangun Kabupaten Pasuruan ini tidak hanya membangun secara fisik. Melainkan yang sangat penting sa,at ini adalah bagaimana kita memelihara dan membudayakan kebudayaan kita sendiri,” tegas Samsul.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Desa (Pemdes) Bulusari, panitia, lembaga pendidikan, dan masyarakat yang berkolaborasi menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut.
Lek Sul sapaan akrabnya menilai kebersamaan itu mencerminkan semangat gotong royong warga.
“Ini membuktikan kolaborasi yang luar biasa antara Pemerintah Desa Bulusari, lembaga-lembaga, dan masyarakat. Walaupun biaya yang dibutuhkan tidak sedikit, berkat kekompakan dan kebersamaan, semua acara dapat terlaksana dengan lancar,” terangnya.
Ia menambahkan, kesenian tradisional seperti wayang kulit ini bukan sekedar tontonan, Di dalamnya terdapat tuntunan dan nilai-nilai kehidupan yang bisa menjadi media pembelajaran masyarakat.
Tari Puspitarum Curi Perhatian
Selain wayang kulit, penampilan Tari Puspitarum oleh siswa-siswi SDN Bulusari 1 turut menarik perhatian juga.
Tarian khas Kabupaten Pasuruan ini telah memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan biasa digunakan sebagai tari penyambutan tamu. Rangkaian Ruwah Desa Bulusari berlangsung selama dua hari.
Kegiatannya meliputi khataman Al-Qur’an, Bulusari Culture Carnival 2026, pementasan seni unjung, penampilan lembaga pendidikan, hingga pagelaran wayang kulit.
Harapan untuk Generasi Muda
Samsul berharap semangat kebersamaan dan kecintaan budaya tidak berhenti pada rangkaian perayaan semata.
Kegiatan budaya, menurutnya, harus terus memperkuat persatuan masyarakat sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Pasuruan kepada generasi muda.
“Mari kita jaga kebersamaan ini, kita rawat budaya kita, dan kita wariskan kepada anak-anak kita. Karena kalau bukan kita yang menjaga budaya ini, siapa lagi. Mudah-mudahan Desa Bulusari semakin maju, semakin guyub, dan masyarakatnya semakin sejahtera,” tutupnya. (RuL)
