Ngawi,
Kombes Pagi.com_Kebakaran lahan dan hutan pinus di Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, hingga Selasa (29/9/2026) malam belum sepenuhnya padam. Kebakaran yang terjadi sejak Minggu (27/9/2026) tersebut bahkan meluas hingga kawasan hutan pinus di sisi timur Gunung Batok yang berbatasan langsung dengan lahan milik warga dan kawasan permukiman padat penduduk.
Meluasnya kobaran api memicu respons cepat dari berbagai unsur. Personel Koramil 0805/10 Sine, Polsek Sine, BPBD, relawan, jajaran Kecamatan Sine, serta masyarakat bergerak bersama melakukan pemadaman dan membuat sekat bakar. Langkah tersebut dilakukan untuk memperlambat sekaligus menghentikan laju api agar tidak merembet ke kawasan permukiman.
Dua unit mobil pemadam kebakaran turut diterjunkan ke lokasi untuk memperkuat proses pemadaman. Masing-masing armada berasal dari BPBD dan Kodim 0805 Ngawi. Petugas harus bekerja ekstra karena kondisi medan yang curam serta situasi malam hari menyulitkan proses penanganan di sekitar titik api.
Selain kondisi medan, keberadaan pohon-pohon pinus yang terbakar juga menjadi ancaman bagi keselamatan petugas. Sejumlah pohon yang telah terbakar berpotensi tumbang sewaktu-waktu sehingga personel yang berada di sekitar lokasi harus meningkatkan kewaspadaan selama proses pemadaman.
Camat Sine Agus Dwi Narimo yang berada di lokasi pemantauan kebakaran mengingatkan seluruh pihak agar mengutamakan keselamatan dalam melakukan upaya pemadaman. Menurutnya, pohon pinus yang terbakar rawan tumbang, sementara kondisi malam hari dan medan yang curam juga menambah risiko bagi petugas maupun warga.
“Semua harus mengutamakan keselamatan dalam upaya pemadaman. Pohon pinus yang terbakar rawan tumbang, sementara kondisi malam hari dan lokasi yang curam juga cukup berbahaya,” ujar Agus.
Ia menegaskan, penanganan kebakaran harus tetap memperhatikan keselamatan petugas dan masyarakat. Agus juga meminta warga yang tinggal di sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kemungkinan api kembali membesar akibat bara yang masih tersisa di sejumlah titik.
Hingga sekitar pukul 22.45 WIB, kobaran api dilaporkan mulai mengecil. Meski demikian, petugas bersama relawan dan warga tetap melakukan pemadaman serta pemantauan di sejumlah titik. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali api dari bara pohon pinus yang masih tersisa di kawasan hutan.
Agus juga mengingatkan masyarakat agar menjaga kesehatan selama berada di sekitar lokasi kebakaran. Asap yang di timbulkan dari kebakaran lahan dan hutan berpotensi mengganggu saluran pernapasan, sehingga warga maupun petugas diimbau menggunakan masker selama berada di area terdampak asap.
“Kami mengimbau untuk tetap menggunakan masker untuk menjaga kesehatan karena asap dari kebakaran dapat berdampak terhadap pernapasan,” pesannya.
Hingga malam hari, sinergi TNI, Polri, BPBD, Relawan, Pemerintah Kecamatan, dan masyarakat terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran tidak menjalar ke kawasan permukiman yang berada di sekitar lereng. Petugas juga terus berjaga dan memantau kondisi lapangan mengingat medan yang sulit serta potensi munculnya kembali titik api masih perlu diwaspadai. (JK)
